CILEGON – Dalam upaya mendukung percepatan literasi nasional menuju visi Indonesia Emas, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah menggelar kegiatan diseminasi hasil penelitian bertajuk “Diseminasi Efektifitas Read Aloud sebagai Metode Peningkatan Literasi Anak Usia 4-5 Tahun”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (29/12) ini bertempat di Meeting Room 2, Kampus STIT Al-Khairiyah, Cilegon. Acara ini merupakan bagian dari program Litapdimas (Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIT Al-Khairiyah.

Hadir sebagai narasumber utama adalah Is Nurhayati, S.Si., M.Pd., yang memaparkan hasil studi eksperimen yang telah dilakukan pada sekolah-sekolah PAUD di wilayah Kota Cilegon.
Fokus pada Metode Read Aloud
Dalam paparannya, Is Nurhayati menekankan bahwa metode Read Aloud atau membacakan nyaring merupakan salah satu teknik paling efektif untuk merangsang imajinasi dan kemampuan bahasa anak sejak usia dini.
“Melalui studi eksperimen yang kami lakukan di PAUD Kota Cilegon, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman kosa kata dan minat baca anak usia 4-5 tahun setelah diterapkannya metode ini secara konsisten,” ujarnya.
Menuju Indonesia Emas
Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemaparan hasil riset, tetapi juga menjadi langkah nyata akademisi dalam berkontribusi bagi pengembangan pendidikan di Kota Cilegon. Penguatan literasi pada usia emas (golden age) dipandang sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas.
Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini dihadiri oleh dosen tetap prodi PAI dan PIAU, tendik serta mahasiswa program studi Pendidikan islam anak usia dini (PIAUD) Diharapkan, hasil diseminasi ini dapat diimplementasikan secara luas di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini di Cilegon dan sekitarnya.
Bu Is nurhayati berpesan :”luangkan waktu untuk membacakan buku kepada anak minimal 15 menit setiap hari secara konsisten maka akan menumbuhkan cinta anak terhadap buku”

Beliau juga menyampaikan : Penelitian ini dapat menjadi masukan berbasis bukti bagi Pemerintah dan Pembuat Kebijakan (Dinas Pendidikan Kota Cilegon) sebagai perumus kebijakan pendidikan, khususnya dalam program peningkatan literasi anak usia dini di Kota Cilegon.
Rekomendasi dari penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan modul pelatihan guru atau program intervensi literasi yang lebih terarah dan efektif.
Penelitian ini juga berkontribusi secara tidak langsung pada pencapaian visi Indonesia Emas 2045 melalui upaya peningkatan kualitas SDM sejak usia dini, khususnya dalam aspek literasi yang merupakan fondasi penting bagi pengembangan kemampuan belajar dan berpikir kritis anak.



