081214629800 (wa)

admin@institutalkhairiyah.ac.id

Today :

Perkuat Ketahanan Pangan, LPPM STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon Gelar Seminar Bersama Pemkot Cilegon

Mujairimi

Jan. 29, 2026

CILEGON – Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil Cilegon sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Peran Mahasiswa dan Pemuda dalam Menjaga Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kota Cilegon”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Aula Lantai II Setda Kota Cilegon.

Seminar ini merupakan inisiatif strategis untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam isu krusial kedaulatan pangan, khususnya di wilayah industri seperti Cilegon. Acara ini dihadiri oleh jajaran akademisi, mahasiswa, serta perwakilan dari Pemerintah Kota Cilegon.

Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah

Acara dibuka dengan sambutan dari Hj. Nadrotul Uyun, M.Pd. (wakil Ketua II STIT Al-Khairiyah) dan Fajar Hadi Prabowo (Wakil Wali Kota Cilegon) yang bertindak sebagai keynote speakers. Dalam penyampaiannya, ditekankan bahwa sinergi antara kampus dan pemerintah daerah adalah kunci dalam menciptakan inovasi pangan yang berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, yang hadir sebagai keynote speaker, memberikan apresiasi tinggi kepada STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon. Ia menilai institusi ini memiliki keseriusan nyata dalam bidang riset untuk menjawab tantangan daerah.

“Saya senang sekali, ini yang saya maksud dengan kolaborasi pentahelix. Ada instansi pendidikan bahkan riset di dalamnya. Ketahanan pangan tidak boleh hanya jadi wacana sementara masyarakat tetap kelaparan. Itu rumus dan konstanta saya,” tegas Fajar.

Fajar juga memaparkan keberhasilan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berhasil mencapai swasembada pangan sebesar 34,8 juta ton. Meski Cilegon bukan daerah sentra produksi utama, Fajar menekankan bahwa keterbatasan lahan harus dijawab dengan inovasi. “Ketahanan pangan adalah tanggung jawab kita semua sebagai warga negara,” tambahnya.

Komitmen LPPM STIT Al-Khairiyah

Direktur LPPM STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon, Ade Imun Romadon, M.Pd, menyatakan bahwa seminar ini merupakan langkah awal dari komitmen jangka panjang. Ia menegaskan bahwa pihak kampus tidak ingin kegiatan ini berhenti pada tataran diskusi formal semata.

“Kami berharap ini tidak berhenti sebagai seminar saja. Harus ada tindak lanjut konkret. Kami memiliki SDM dosen dan mahasiswa yang mumpuni. Jika dibutuhkan, mahasiswa kami siap dilibatkan langsung dalam program-program Dinas Pertanian,” ujar Ade Imun.

Fokus pada Peran Pemuda

narasumber ahli dalam sesi diskusi tersebut:

  1. Drs. Ridwan, M.Si – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cilegon.
  2. Tatang Muftadi, SE., MM – Akademisi Al-Khairiyah.
  3. Ade Imun Romadan, M.Pd – Direktur LPPM STIT Al-Khairiyah.
  4. Ahmad Jauharuddin, M.Si – Sekretaris LPPM STIT Al-Khairiyah.

Dalam diskusi tersebut, Drs. Ridwan memaparkan tantangan pangan di Kota Cilegon saat ini, sementara para akademisi menyoroti bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran melalui riset, pemberdayaan masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi pertanian perkotaan (urban farming).

“Pemuda bukan hanya konsumen, tapi harus menjadi penggerak dalam menjaga rantai pasok dan keberlanjutan pangan lokal,” ujar perwakilan panitia dari LPPM STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para peserta yang terdiri dari aktivis mahasiswa dan pemuda Cilegon. Melalui seminar ini, diharapkan muncul gagasan-gagasan segar yang dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.

Sebagai langkah teknis, LPPM STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon berencana melakukan diskusi lanjutan dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, Drs. Ridwan, M.Si, untuk merumuskan kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Harapan Masa Depan

Antusiasme peserta yang tinggi menjadi sinyal positif bahwa kesadaran generasi muda Cilegon terhadap isu pangan kian meningkat.

Melalui sinergi antara STIT Al-Khairiyah Citangkil Cilegon dan Pemerintah Kota Cilegon, diharapkan lahir program-program berkelanjutan yang mampu memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus menumbuhkan peran aktif pemuda dalam menjaga masa depan pangan Indonesia.

Artikel Terkait

Leave a Comment